Salam Olahraga!!!
image

Dr. Eko Widodo, sports lecturer/jounalist

ekowidodo@yahoo.com;WhatsApp- +628989-777777


Penulis berpendidikan S1 Fateta IPB; Magister Manajemen Pemasaran Univ. Moestopo; S3 Program Pasca Sarjana UNJ di Sports Education. Wartawan olah raga 1994-2015 di BOLA. Sekarang Wartawan di Sports Channel Indonesia; Dosen Pascasarjana UNJ
widget medsos

Buku Sports Event
image

Sport in the City - The Role of Sport in Economic and Social Regeneration # editor C Gratton dan I Henry (2001); 335pp Routledge

Buku Sports Development
image

Sports Development - Policy, Process, and Practice # editor Kevin Hylton dan Peter Bramham (2008); 285pp Routledge

Buku Sports Marketing
image

Introduction to Sport Marketing # Aaron C.T. Smith (2008); 341pp Elsevier

Copyright © 2018 EkoWidodo · All Rights Reserved

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Batik Pria Tampan
image

BATIK PRIA TAMPAN

Rendang Uninam
image

Rendang Uninam

RSS Feed

Keseimbangan dalam Senam: Mengawali Sesuatu dengan Melatih Keseimbangan Sejak Dini

image

Keseimbangan adalah faktor penting dalam olah raga senam, khususnya nomor balok keseimbangan. Bayangkanlah: di balok sepanjang 4,85 meter setinggi 1,67 m dari permukaan lantai, dan lebar hanya 10 cm, seorang pesenam putri harus melakukan gerakan flip, spin, dan berbagai manuver tanpa harus kehilangan keseimbangan.


Sebab keseimbangan berkorelasi dengan keindahan gerak, yang menjadi poin penilaian para juri. Sungguh memerlukan latihan bertahun-tahun agar di saat memanfaatkan momentum gerakan, seorang pesenam tetap tak kehilangan keindahannya.

Bagaimanakah cara melatih keseimbangan sejak dini:

1. Ambillah papan kayu, atau kayu apapun yang memiliki permukaan rata dan berbentuk balok. Yakinkan bahwa permukaan kayu halus sehingga telapak kaki anak tidak akan terluka.

2. Mintalah anak berjalan dari ujung ke ujung tanpa terjatuh. Jika masih tidak seimbang, latihlah terus menerus. Anak akan semakin tertantang jika ia diberikan tantangan. Jika sudah lancar, tantanglah dia dengan menggunakan stop watch, seberapa cepat menyelesaikan perjalanan dari ujung ke ujung.

3. Jika tak ditemukan kayu, latihan bisa dilakukan di bangunan pembatas jalan/taman. Namun biasanya permukaannya cukup tinggi. Bimbinglah dulu tangan anak agar tak terjatuh. Perlahan-lahan lepaskan tangan dan biarkan si anak menitinya.

 

Sumber foto: http://iphysioperth.com.au

Sun, 24 Aug 2014 @14:42


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment