Salam Olahraga!!!
image

Dr. Eko Widodo, sports lecturer/jounalist

ekowidodo@yahoo.com;WhatsApp- +628989-777777


Penulis berpendidikan S1 Fateta IPB; Magister Manajemen Pemasaran Univ. Moestopo; S3 Program Pasca Sarjana UNJ di Sports Education. Wartawan olah raga 1994-2015 di BOLA. Sekarang Wartawan di Sports Channel Indonesia; Dosen Pascasarjana UNJ
widget medsos

Buku Sports Event
image

Sport in the City - The Role of Sport in Economic and Social Regeneration # editor C Gratton dan I Henry (2001); 335pp Routledge

Buku Sports Development
image

Sports Development - Policy, Process, and Practice # editor Kevin Hylton dan Peter Bramham (2008); 285pp Routledge

Buku Sports Marketing
image

Introduction to Sport Marketing # Aaron C.T. Smith (2008); 341pp Elsevier

Copyright © 2018 EkoWidodo · All Rights Reserved

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Batik Pria Tampan
image

BATIK PRIA TAMPAN

Rendang Uninam
image

Rendang Uninam

RSS Feed

Aku dan Cedera Olah Raga: Yuk Berkenalan dengan Sprained Ankle

image

Metode RICE digunakan untuk menangani cedera olah raga. Kita juga sudah paham mengapa es begitu penting dalam menangani cedera pada kesempatan pertama. Sekarang, mari berkenalan dengan cedera yang paling sering terjadi yakni sprained ankle .

Sprained ankle atau diistilahkan kena engkel, keseleo, keceklik adalah istilah sering kita dengar pada setiap cabang olah raga. Sebenarnya, apa yang terjadi ketika orang menyebut kena engkel?

Cedera pada engkel, tepatnya pergelangan kaki, adalah cedera yang paling sering dialami olah ragawan baik yang amatir maupun profesional. Namun, saking seringnya kejadian itu cedera engkel suka diabaikan sehingga sering berulang.

 

Cedera pada engkel yang paling banyak terjadi adalah sprained ankle. Sprained adalah istilah yang diberikan pada saat terjadi kerusakan ligamen bisa luka atau robek, bahkan sampai putus. Walaupun ada istilah lain seperi ruptur dan tear tapi istilah sprained ankle lebih banyak digunakan.

 

Sebelumnya apakah Anda tahu pergelangan kaki dan bagian-bagiannya? Ada baiknya kita memahami sedikit tentang pergelangan kaki. Pergelangan kaki atau umumnya dikenal dengan engkel adalah bagian sendi tubuh yang banyak bekerja pada waktu berlari, melompat, mendarat, serta memutar tungkai.

Sendi yang ada pada engkel adalah talo cruralis yang dibentuk oleh tulang tibia, fibula, dan tulang talus. Sendi ini memungkinkan adanya gerakan menjinjit dan berjalan dengan tumit. Dikarenakan kerja engkel yang cukup berat maka untuk tetap menjaga engkel tetap stabil diperkuat oleh ligamen (pengikat sendi).

Ligamen yang utama adalah ligamen anterior dan posterior tibia fibular. Ligamen adalah jaringan dalam tubuh yang berfungsi sebagai stabilisator sendi yang bekerja secara pasif.

Ligamen tidak mempunyai kemampuan kontraksi seperti otot, sehingga ligamen betul betul mengikat sendi seperti tali yang mengikat dua bilah kayu. Namun demikian ligamen itu tetap memiliki kemampuan mengulur dalam batasan tertentu.

Karena sifatnya yang pasif tersebut, jika terjadi gerakan berlebihan dari sendi akan mengakibatkan trauma pada ligamen dan terjadilah sprain. Dalam melakukan aktivitas olah raga, engkel  adalah salah satu bagian tubuh yang banyak melakukan gerakan-gerakan berlebihan. Jika terjadi gerakan berlebihan pada engkel maka terjadilah sprained ankle.

Inflamasi Jaringan

Lalu, apa yang terjadi ketika engkel mengalami sprain? Tarikan atau penguluran yang berlebihan ligamen atau dikenal dengan istilah overstrecht akan mengakibatkan robekan pada ligamen yang terulur. Robekan ini akan menghasilkan perdarahan pada 30 menit pertama.

Selanjutnya, darah yang membawa banyak zat stimulan nyeri akan menghasilkan proses inflamasi jaringan dalam 1 x 24 jam berikutnya. Maka sering dijumpai nyeri dan bengkak pada penderita sprain ankle terjadi 12 jam setelah kejadian.

Setelah fase inflamasi, maka dilanjutkan proses pemulihan jaringan. Pada fase inilah terkadang tidak dilakukan proses penyembuhan dengan baik.

Pada fase itu bengkak dan nyeri sudah tidak ada sehingga atlet sudah kembali menggunakan engkel untuk berolah raga, padahal jaringan ligamennya belum terbentuk sempurna. Keadaan inilah yang sering menyebabkan sprain ankle berulang.

 

Sumber: Harian BOLA nomor 198
Penulis: Syahmirza Indra Lesmana , Fisioterapis Klinik, Fisioterapi Olah Raga Universitas Esa Unggul

Sumber Foto: www.bing.com

Wed, 4 Feb 2015 @17:47


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment