Salam Olahraga!!!
image

Dr. Eko Widodo, sports lecturer/jounalist

ekowidodo@yahoo.com;WhatsApp- +628989-777777


Penulis berpendidikan S1 Fateta IPB; Magister Manajemen Pemasaran Univ. Moestopo; S3 Program Pasca Sarjana UNJ di Sports Education. Wartawan olah raga 1994-2015 di BOLA. Sekarang Wartawan di Sports Channel Indonesia; Dosen Pascasarjana UNJ
widget medsos

Buku Sports Event
image

Sport in the City - The Role of Sport in Economic and Social Regeneration # editor C Gratton dan I Henry (2001); 335pp Routledge

Buku Sports Development
image

Sports Development - Policy, Process, and Practice # editor Kevin Hylton dan Peter Bramham (2008); 285pp Routledge

Buku Sports Marketing
image

Introduction to Sport Marketing # Aaron C.T. Smith (2008); 341pp Elsevier

Copyright © 2018 EkoWidodo · All Rights Reserved

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Batik Pria Tampan
image

BATIK PRIA TAMPAN

Rendang Uninam
image

Rendang Uninam

RSS Feed

Raksasa Kecil Satnam Singh, Kemenangan Bola Basket India

image

NHA TRANG adalah kota turis di Vietnam. Kotanya kecil namun fasilitas bandara luar biasa. Miriplah dengan bandara baru di Balikpapan.

Saya mengambil cuti saat mengunjungi kota ini pada 2011. Jauh-jauh hari, Google menjadi teman akrab sebab inilah perjalanan pertama saya ke Vietnam. Saya sehari berhenti di Ho Chi Minh, baru esoknya ikut penerbangan ke Nha Trang.

Saya ke Nha Trang tak sekadar rekreasi. Saya dan istri ke sana sebagai volunteer (tenaga sukarela) tim bola basket Indonesia U-16 yang berlaga di FIBA Asia U-16.

Volunteer memang diperlukan sebab Timnas U-16 buta dengan kekuatan lawan sejak event SEABA U-16. Indonesia lolos ke Nha Trang usai menempati peringkat ketiga di kualifikasi zona Asia Tenggara yang digelar di Banting, Malaysia. Inilah pertama kali Indonesia lolos ke FIBA Asia U-16.

Timnas Indonesia U-26 pada Kejuaraan FIBA Asia U-16 di Nha Trang, Vietnam. Indonesia menempati peringkat ketujuh Asia. (Foto: Eko Widodo)

Pengetahuan saya dan istri memahami statistik lawan menjadi modal menjadi volunteer. Saya bertugas membuat video dan mentransfer ke data-data scoresheet. Istri saya bertugas menganalisisnya menggunakan software bola basket khusus. Semua dilakukan dengan sukarela dan gembira.

Karena merekam dengan video digital, hampir seharian saya nongkrong di Khanh Hoa Sports Hall. Kenapa harus nongkrong, sebab Indonesia harus punya data semua tim sebagai sampling pembuatan data. Tujuannya, memberikan data kuantitatif gaya bermain sebuah tim sebab timnas Indonesia U-16 tak memiliki rekaman video lawan.

Salah satu pertandingan yang saya rekam adalah India. Meskipun masih berusia 16 tahun atau kurang, ada seorang pebasket India yang memiliki sosok menjulang. Dialah Satnam Singh Bhamara. Tingginya saya taksir saat itu 7 feet alias 213 cm.

Satnam Sing (kostum putih, dijaga dua pebasket Lebanon), memang tinggi besar dan kuat. (Foto: Eko Widodo, captures from video)

Ternyata yang memerhatikan Satnam bukan hanya saya. Dalam kesempatan terpisah, Pimpinan Proyek (Pimpro) Timnas U-16, Danny Kosasih, juga suka pada sosok Satnam.

"Bisa gak kita cari informasi menaturalisasi Satnam?" kata Danny Kosasih, yang sekarang menjadi Ketua Umum PP Perbasi, saat makan pagi di hotel tim Indonesia. Saat itu juga ada tim pelatih Ricky Gunawan, Arifin, dan Efri Meldi di meja makan yang sama.  "Dia tinggi sekali, badan tebal, dan punya proporsionalitas bagus," ucap Danny.

Dalam konteks ilmu olah raga yang saya pelajari di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), proporsionalitas yang dimaksud Danny adalah antropometri. Antropometri adalah ilmu yang mempelajari pengukuran dimensi tubuh manusia (ukuran, berat, volume, dan lain-lain) dan karakteristik khusus dari tubuh seperti ruang gerak.

Kami bergerak mencari informasi, sayangnya ia sudah berstatus NOT FOR SALE. Manajer India mengatakan Satnam sudah diambil IMG dan dikirim berlatih bola basket di Florida, AS. Ia diproyeksikan bermain di NBA lima tahun lagi (sekitar tahun 2015).

Lima tahun kemudian, tepatnya Jumat 26 Juni, saya berteriak saat menyaksikan siaran langsung NBA Draft 2015 di NBA.TV. Pada ronde kedua pilihan ke-52, nama Satnam Singh Bhamara, 19 tahun, dipanggil wakil komisioner NBA, Mark Tatum. Ia didraft Dallas Mavericks dan menjadi pebasket India pertama yang bermain di NBA!


Keberhasilan Satnam masuk NBA jelas mengejutkan saya. Pasalnya, di Nha Trang 2011, India hanya berperingkat 10, sementara Indonesia 7. Juara event itu Tiongkok dengan runner-up Korsel, dan perunggu Jepang. Namun, hanya India yang bisa mengibarkan bendera Asia di NBA Draft 2015 lewat si Raksasa Satnam.

Raksasa Penuh Misteri

Direktur Pemain Boston Celtics Austin Ainge sudah mendengar pebasket raksasa dari India itu. Namun, Austin tak punya banyak data sehingga menjuluki Satnam sebagai 'International Man of Mistery'.

"Tak banyak rekaman permainannya. Ternyata ia sudah hampir lima tahun di IMG Academy di Florida. Namun, dialah pebasket pertama sejak pembatasan umur peserta draft 2005 yang bisa lolos draft tanpa pernah bermain di universitas, liga profesional, dan D-League," kata Austin pada SBN.

Jeremy Immanuel Santoso, rekan setim anak saya di tim basket SMAN 3 Jakarta yang sekarang membela tim basket UGM Yogyakarta, pernah berlatih di IMG Academy Florida, AS. Ia membenarkan bahwa ada sosok tinggi besar dari India.

"Saya pernah melihatnya om. Badannya besar sekali," ucap Jeremy pada 2014 lalu.

Satnam memang benar-benar raksasa. Ia sekarang setinggi 218 cm dengan berat 132 kg. Tingginya sudah 213 cm sejak usia 14 tahun.

Bibit tinggi dari sang ayah Balbir Singh Bhamara (putih). (Foto: Hindustan Post)

Bibit tinggi Satnam datang dari sang ayah Balbir Singh Bhamara yang 218 cm. Ibu Balbir Sing memiliki tinggi 206 cm. Kakek Satnam tak mengizinkannya bermain basket. Satnam diminta membantunya sebagai petani di desa kelahiran di Ballo Ke, Punjab.

"Ayah ingin aku bisa bermain basket. Namun, kakek tak setuju. Ia lebih ingin saya menjadi petani," kenang Satnam kelahiran 10 Desember 1995 ini.

Meskipun berbadan besar, ia memiliki nama panggilan 'Chhotu' yang berarti si kecil. Tak ada lapangan basket di desa Satnam. Dari ladang gandum milik ayahnya, ia harus berjalan 4 mil (6,4 km) untuk menemukan lapangan bersemen. Ia keluar dari akademi bola basket pada usia 12 tahun. Infrastruktur bola basket jauh dari ideal.

Untunglah ada Troy Justice. "Saya pertama kali melihatnya memakai sepatu rusak. Solnya sudah terkelupas. Ia cepat sekali tinggi. Kami membantunya mencarikan sepatu," kata Troy, direktur operasional basket NBA di India.

Satnam terpilih sebagai satu dari 29 pelajar untuk studi bola basket ke IMG Academy di Florida selama tiga bulan. Namun IMG tak mau membiarkannya pulang ke India. IMG menahan lebih lama Satnam. Ia pun menjadi sosok dari tidak bisa berbahasa Inggris menjadi raksasa yang sangat lancar berbahasa Inggris.

Bakal Dimatangkan Dallas

Melihat rekaman video Satnam sekarang dengan lima tahun lalu, jelas sekali berbeda. Ia yang memiliki footwork kaku, sekarang sudah sangat lincah. Tembakan Satnam juga membaik.

"Ia pemain bagus," kata Traevon Jackson, guard Wisconsin. "Kami sering bermain bersama. Ia setim dengan saya. Ia sangat memahami pick-n-pop. Ia sangat besar sehingga enak untuk melakukan screen," ucap Traevon, finalis NCAA 2015 dan kalah dari Duke.


"Ia masih kurang cepat. Kecepatan lateral dan reaksinya harus ditambah," kata mantan pelatih Sacramento Kings, Kenny Nat. "Namun ia punya badan dan ukuran tangan yang besar, kuat, etos kerja, dan footwork yang makin baik. Tembakan di paint area juga halus."

Oleh tim pelatih IMG Academy, penampilannya akan sempurna pada usia 22-23 tahun. "Ia akan mencapai puncak pada usia 22-23 tahun," kata Dan Barto, IMG Academy's head skills trainer, yang menangani Satnam. "Ia sekarang bisa fokus."

Menurut Barto, menempatkan Satnam di D-League milik Dallas akan mematangkan permainannya tiga-empat tahun ke depan. "Saya berharap bisa menjadi Shaquille O'Neal suatu hari nanti," ucapnya usai acara NBA Draft 2015.

"Saya berharap, ini bisa menginspirasi anak muda India lainnya," ucap Singh. Satnam Singh adalah simbol kemenangan India, sebab sudah memiliki pebasket di panggung bola basket terhebat dunia, NBA. @ekowidodo9

Sumber: ESPN, NBA, CNN-SI, SBN

Sun, 1 Nov 2015 @11:51


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment