Salam Olahraga!!!
image

Dr. Eko Widodo, sports lecturer/jounalist

ekowidodo@yahoo.com;WhatsApp- +628989-777777


Penulis berpendidikan S1 Fateta IPB; Magister Manajemen Pemasaran Univ. Moestopo; S3 Program Pasca Sarjana UNJ di Sports Education. Wartawan olah raga 1994-2015 di BOLA. Sekarang Wartawan di Sports Channel Indonesia; Dosen Pascasarjana UNJ
widget medsos

Buku Sports Event
image

Sport in the City - The Role of Sport in Economic and Social Regeneration # editor C Gratton dan I Henry (2001); 335pp Routledge

Buku Sports Development
image

Sports Development - Policy, Process, and Practice # editor Kevin Hylton dan Peter Bramham (2008); 285pp Routledge

Buku Sports Marketing
image

Introduction to Sport Marketing # Aaron C.T. Smith (2008); 341pp Elsevier

Copyright © 2018 EkoWidodo · All Rights Reserved

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Batik Pria Tampan
image

BATIK PRIA TAMPAN

Rendang Uninam
image

Rendang Uninam

RSS Feed

Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2015-16: Target Juara Pelatih Baru

JAKARTA - EkoWidodo.com - Pelita Jaya Energi MP menargetkan juara di musim lalu saat masih bernama Speedy NBL Indonesia 2014-15. Namun Pelita Jaya (PJ) gagal di grand final setelah kalah 54-62 dari Satria Muda (SM) Britama di Jakarta.

Kegagalan itu berbuntut panjang. Pelatih tahun pertama PJ, A.F. Rinaldo dipecat beberapa waktu lalu. Inal, panggilan akrab Rinaldo, dianggap tidak bisa memenuhi target yang ditetapkan.

"Manajemen Pelita Jaya memang menargetkan minta juara di tahun pertama saya," ucap Inal, Minggu (11/10). "Target yang memang belum bisa dipenuhi," ucap Inal.

Saat dipecat, Inal sudah melatih dengan program baru hampir 3 bulan. Menurut Inal, itu tidak fair. "Saya sudah melatih dengan program baru hampir tiga bulan, sebelum saya diberhentikan," ucap mantan pemain nasional itu.

"Jadinya saya sulit mendapatkan pekerjaan baru di klub IBL," ucap Inal. Sudah dua klub besar yang menawarinya, namun satu ditolak dan satu lagi belum dijawab. Sebuah tim PON 2016 sudah menawari, namun gagal di deal harga. Tawaran juga datang dari sebuah Akademi Bola Basket.

Ketua klub Pelita Jaya, Andiko Ardi Purnomo, mengatakan pihaknya memutuskan hubungan kerja karena memang target tidak terpenuhi. Pemutusan kerja bisa dilakukan sebab diatur di salah satu pasal perjanjian antara PJ dengan Inal.

"Pihak pertama dapat sewaktu-waktu mengakhiri perjanjian kerja dengan pemberitahuan tertulis 14 hari sebelumnya, jika pihak pertama menilai pihak kedua gagal ataupun tidak tidak dapat memenuhi target yang telah ditetapkan oleh pihak pertama," tiru Andiko pekan lalu di Jakarta.

"Alasan kami tidak hanya karena gagal menjadi juara NBL Indonesia 2014-15. Kami nilai, coach Inal gagal mendevelop pemain-pemain berkualitas milik PJ. Rencana program yang kami tunggu untuk perbaikan di musim baru juga tidak kami terima, sehingga kami memutuskan ikatan kerja itu," ucap Andiko.

Andiko menolak kalau keputusan itu sewenang-wenang seperti yang ditulis beberapa media. "Jelas tertulis dalam perjanjian apa target kami. Kami berterima kasih atas kontribusi coach Inal, namun belum cocok di beberapa hal," ucap Diko. Inal pun mendapatkan kompensasi atas pemutusan kerjasama itu.

Pelita Jaya memiliki pelatih baru asal Filipina, Benjamin Alvarez Sipin III. "Coach Ben merespons cepat dengan memberikan presentasi program setelah kami kirimkan video dan data statistik. Ia minta diberi waktu untuk memenuhi target juara," ucap Diko.

Menurut Diko, suasana kondusif sekarang terjadi. "Coach mengajak semua pemain siap menjadi pemain inti. Tidak ada harga mati untuk starter. Siapa paling siap, ia akan dipasang sebagai starter," tambah Andiko.

Mon, 19 Oct 2015 @13:10


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment