Salam Olahraga!!!
image

Dr. Eko Widodo, sports lecturer/jounalist

ekowidodo@yahoo.com;WhatsApp- +628989-777777


Penulis berpendidikan S1 Fateta IPB; Magister Manajemen Pemasaran Univ. Moestopo; S3 Program Pasca Sarjana UNJ di Sports Education. Wartawan olah raga 1994-2015 di BOLA. Sekarang Wartawan di Sports Channel Indonesia; Dosen Pascasarjana UNJ
widget medsos

Buku Sports Event
image

Sport in the City - The Role of Sport in Economic and Social Regeneration # editor C Gratton dan I Henry (2001); 335pp Routledge

Buku Sports Development
image

Sports Development - Policy, Process, and Practice # editor Kevin Hylton dan Peter Bramham (2008); 285pp Routledge

Buku Sports Marketing
image

Introduction to Sport Marketing # Aaron C.T. Smith (2008); 341pp Elsevier

Copyright © 2018 EkoWidodo · All Rights Reserved

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Batik Pria Tampan
image

BATIK PRIA TAMPAN

Rendang Uninam
image

Rendang Uninam

RSS Feed

Aku dan Kau - Kegigihan Pembelajar Bernama Ronny Ratmansyah

image

SAYA seorang penjelajah lapangan basket Jakarta gara-gara anak. Anak memang bisa membuat kita kaya pengalaman jika kita mendukung 100% hobi mereka. Sebab mendukung Uno berbola basket sejak usia 4 tahun, akibatnya semua lapangan bola basket di DKI Jakarta sudah pernah saya kunjungi, ketika Uno bermain di sana.

Saat yang tak terlupakan saat bermain di Jakarta Student League (JSL) di GOR Rawamangun 2011. Saya melihat sebuah tim bermain dengan penuh semangat. Berkostum kuning saat itu. Kecil-kecil namun semangatnya luar biasa. Tim itu ternyata dari SMA Bhuddaya, sekolah yang punya budaya olahraga khususnya basket.

Ketika sebuah tim undersize, namun punya semangat bertanding layaknya juara, lihatlah siapa yang membuat mereka seperti itu. Pelatih. Ya, pelatih-lah yang bisa memberikan suntikan semangat layaknya pasukan berani mati. Berani habis untuk mengejar kemenangan, tak takut jatuh untuk pencapaian maksimal.

Tim Rodatama dan Bhuddaya itu dilatih bung Ronny Ratmansyah. Para pemainnya kebetulan bertanding melawan tim anak saya di event itu. Mereka kalah, namun menyengat. Tim yang bisa menyengat SMAN 3 Jakarta adalah potensi lawan yang harus saya pelajari lewat rekaman video dan data-data kuantitatif.

Tim itu, akhirnya menelurkan Mario Ritonggi, point guard berkelas yang menjadi rekan setim anak saya di POPNAS 2013 DKI, yang merebut medali emas untuk jawara asal Ibu Kota itu.

Bisa mencetak pemain selevel POPNAS, bukanlah given atau hasil kerja sembarangan. Pemain seperti Tonggi itu adalah buah dari sebuah proses pembelajaran. Dan, saya akhirnya tahu, seorang pembelajar -- yang mengaku dulunya mengenal saya dari berjualan koran dan membaca tulisan saya dari Tabloid BOLA yang dijualnya -- itu adalah Ronny Ratmansyah.

Bung Ronny, senang bisa mengenalmu. Senang bisa bermain dengan putri yang sudah Anda tunggu dengan sabar selama 8 tahun di The Breeze BSD City, kemarin. Mungkin, delapan tahun menunggu itu adalah waktu yang diberikan Tuhan untuk membuatmu fokus mencetak atlet basket andal sekaliber Mario Ritonggi. Dan, waktu itu diberikan untuk bisa kita bertemu.

Sekarang, Sasha sudah muncul. Putrimu sudah akrab mencium bau lapangan bola basket. Badannya yang basah kuyub karena kehujanan, ia rasakan sebagai wujud komitmen sang Bapak pada bola basket.

Sasha yang berlari riang di lapangan bola basket, deja vu dengan saya beberapa tahun lalu yang selalu membawa buah hati ke lapangan agar kenal olahraga lebih dini. Saya berdoa semoga Sasha mau bermain bola basket di kemudian hari. Paralel dengan anakku Keira Mauna Kea yang juga sedang kami latih bola basket. Semoga nanti, anak kita bisa bermain dalam satu tim, dan keluarga kita bisa menjadi lebih dekat.

Sukses ya pembelajar, salam basket. (181115)

Wed, 23 Dec 2015 @15:55


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment