Salam Olahraga!!!
image

Dr. Eko Widodo, sports lecturer/jounalist

ekowidodo@yahoo.com;WhatsApp- +628989-777777


Penulis berpendidikan S1 Fateta IPB; Magister Manajemen Pemasaran Univ. Moestopo; S3 Program Pasca Sarjana UNJ di Sports Education. Wartawan olah raga 1994-2015 di BOLA. Sekarang Wartawan di Sports Channel Indonesia; Dosen Pascasarjana UNJ
widget medsos

Buku Sports Event
image

Sport in the City - The Role of Sport in Economic and Social Regeneration # editor C Gratton dan I Henry (2001); 335pp Routledge

Buku Sports Development
image

Sports Development - Policy, Process, and Practice # editor Kevin Hylton dan Peter Bramham (2008); 285pp Routledge

Buku Sports Marketing
image

Introduction to Sport Marketing # Aaron C.T. Smith (2008); 341pp Elsevier

Copyright © 2018 EkoWidodo · All Rights Reserved

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Batik Pria Tampan
image

BATIK PRIA TAMPAN

Rendang Uninam
image

Rendang Uninam

RSS Feed

Catatan Olahraga: Alan Bijak Tentukan Masa Depan Anak

image

NAMANYA Alan Budikusuma. Ia pria kelahiran Surabaya 29 Maret 1968. Dunia mengenal Alan dan pasangan yang sekarang menjadi istrinya, Susy Susanti, sebagai pengantin emas Olimpiade.

Saya dan Alan hampir seumur. So, setiap perjalanan Alan tak luput dari perhatian saya, apalagi Alan adalah nomor dua Indonesia setelah Ardy saat itu. Ada pebulutangkis hebat di era Alan seperti Ardy B. Wiranata, Hermawan Susanto, dan Joko Suprianto. Gaya permainan Alan yang powerful menyerang menjadi tontonan menarik di zamannya.

Agak berbeda dengan permainan Ardy, pemain nomor satu Indonesia saat itu, yang sabar dan ulet dalam bertahan. Keduanya bertemu di final tunggal putra dalam All-Indonesian final di Pavell de la Mar Bella, Agustus 1992. Lewat pertarungan menarik, Alan menjadi pemenang 15-12 18-13. Ardy sekarang tinggal dan menetap di Amerika Serikat.

Namun, Alan justru gagal memperkuat Indonesia pada Piala Thomas 1994 di Jakarta. Munculnya pebulutangkis dengan smes geledek, Hariyanto Arbi, meminggirkan si juara Olimpiade. Dua tahun kemudian di Olimpiade Atlanta (1996), Alan kalah dari Poul-Erik Hoyer Larsen (peraih emas), di babak perempat final.

Pasca Olimpiade Atlanta, Alan undur diri dari ingar bingar bulutangkis. Ia menikahi Susy dan dikaruniai tiga momongan: Lourencia Averina (1999), Albertus Edward (2000), dan Sebastianus Frederick (2003).

***

SUSY dan Alan adalah pasangan emas Olimpiade. Ada genetik unggul Olimpian di darah mereka.

David Epstein pernah menulis di Business Insider (2013) tentang ulasan dalam bukunya The Sports Gene: Inside the Science of Extraordinary Athletic Performance yang terbit pada 2013. "Slow kids cannot become fast adults, no matter how hard they practice."

Manurut Epstein, kecepatan (speed) ditentukan proporsi antara serat slow and fast twitch tubuh. Fast-twitch akan memberikan kecepatan ekstra, sedangkan slow-twitch memberikan lebih banyak endurance. Epstein menulis, memungkinkan pemilik serabut Fast-twitch dilatih menjadi slow-twitch, namun tidak mungkin dibalik. Jadi, slow people, tidak dapat menjadi fast people.

Your ability to get better with practice is genetic. Genetika seseorang akan berpengaruh pada porsi latihan yang diberikan. Ada atlet yang perlu hanya 3000 jam latihan untuk mencapai level master, namun ada yang perlu 10.000 jam latihan agar meraih level master.

Menurut Epstein, 100 tahun lalu, saintis meyakini bahwa bodi terbaik untuk atlet hebat adalah jika memiliki average body. Namun, sejalan dengan perkembangan gizi dan perbaikan kualitas hidup, anggapan itu dipatahkan dengan kehadiran atlet-atlet bertubuh proporsional namun lebih jangkung.

***

SAYA adalah orang yang sama sekali tidak percaya jika penerus Alan dan Susy tidak suka pada olahraga. Susy, sejak di Tasikmalaya mendapatkan gemblengan hebat dari orang tuanya. Demikian pun dengan Alan. Alan bahkan pernah dipoles legenda pebulutangkis masa lalu, Njoo Kim Bie.

Namun, di sela-sela perhelatan event Daihatsu Astec 2016 di Jakarta, pekan lalu, Alan akhirnya buka suara. Ia menjawab pertanyaan sama yang pernah saya tanyakan saat Alan-Susy hadir di acara peresmian Gedung Bulutangkis Jaya Raya di Bintaro, dua bulan lalu.

"Saya menyerahkan pilihan masa depan anak ke mereka sendiri. Sebab merekalah yang memiliki masa depan," ucap Alan. Saat ini, dua anak Alan-Susy, Verin dan Andrew memang sedang sekolah di Australia.

"Siapakah sih yang bisa menjamin masa depan atlet hanya lulusan SMA? Saya punya kesempatan menyekolahkan mereka, biarlah mereka mengejar takdir mereka, tidak harus dari bulutangkis," kata Alan. Hal senada pernah dinyatakan Susy dalam sebuah artikel di CNN-Indonesia 15 Februari 2015. "Sistem di Indonesia belum sebagus di negara maju perihal perhatian terhadap atlet berprestasi yang telah pensiun. Karena itulah, saya dan suami pun harus berjuang dari nol setelah pensiun untuk meneruskan kehidupan kami," kata Susy kepada CNN-Indonesia.

"Saya sangat berterima kasih pada pemerintah yang telah memberikan tunjangan untuk peraih medali emas Olimpiade," ucap Alan tulus. Sebagai pensiunan peraih emas Olimpiade, setidaknya dana Rp 40 juta per bulan akan hadir di rekening mereka untuk mencetak pebulutangkis masa depan Indonesia.

Belakangan, Alan ternyata menyadari dan melihat genetika bulutangkis ada di darah penerus mereka. "Anak saya main bulutangkis. Yang cowok jangkung seperti saya. Bahkan, banyak yang bilang mereka kombinasi saya dan Susy. Gerak kaki (footwork) lincah mirip Susy, namun punya smes keras seperti saya," ucap Alan membuka kartu. "Apalagi mereka pernah juara di level mereka."

Apakah mereka nantinya bakal jadi pebulutangkis? "Itu adalah pilihan mereka, bukan saya," tambah Alan.

Bayangkan saja Indonesia nanti akan memiliki atlet yang disiapkan (artificial athlete), yang punya kecerdasan dan kemampuan berbahasa Inggris, dan rasa percaya diri tinggi. Pendekatan modern dan sains olahraga sangat diperlukan. Putaran waktu juga, yang akan membuktikannya.

http://sportschannelindonesia.co.id/page/article/news/1052/catatan-olahraga-eko-widodo-alan-bijak-tentukan-masa-depan-anak.html

Mon, 7 Nov 2016 @15:24


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment