Salam Olahraga!!!
image

Dr. Eko Widodo, sports lecturer/jounalist

ekowidodo@yahoo.com;WhatsApp- +628989-777777


Penulis berpendidikan S1 Fateta IPB; Magister Manajemen Pemasaran Univ. Moestopo; S3 Program Pasca Sarjana UNJ di Sports Education. Wartawan olah raga 1994-2015 di BOLA. Sekarang Wartawan di Sports Channel Indonesia; Dosen Pascasarjana UNJ
widget medsos

Buku Sports Event
image

Sport in the City - The Role of Sport in Economic and Social Regeneration # editor C Gratton dan I Henry (2001); 335pp Routledge

Buku Sports Development
image

Sports Development - Policy, Process, and Practice # editor Kevin Hylton dan Peter Bramham (2008); 285pp Routledge

Buku Sports Marketing
image

Introduction to Sport Marketing # Aaron C.T. Smith (2008); 341pp Elsevier

Copyright © 2018 EkoWidodo · All Rights Reserved

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Batik Pria Tampan
image

BATIK PRIA TAMPAN

Rendang Uninam
image

Rendang Uninam

RSS Feed

Membangun Supertim, Sebuah Risiko Perkembangan Bola Basket Modern di 'Era Uber'

image

Saya termasuk kepo (ingin tahu) pada fonemena taksi Uber yang melegenda belakangan. Saya sendiri baru merasakan naik Uber saat bertugas ke Manila, Filipina, meliput kompetisi tur dunia 3x3 di Agustus 2015. Beruntung saya pergi dengan 'anak-anak' Millenials yang berkecimpung di program L-Men 3x3 World Tour.

Biasanya, saat masih bertugas full time di Tabloid BOLA, taksi konvensional adalah pilihan transportasi utama. Baru setelah memahami rute dan mengenali medan, naik transportasi umum atau berjalan kaki menjadi alternatif. Namun, kini berbeda.

Beruntung memang pernah merasakan naik Uber di 2015 itu, di era transformasi. Dalam bukunya berjudul "Disruption", pakar pemasaran Prof. Rhenald Kasali mengupas secara tuntas bagaimana Uber mengubah peradaban dunia.

"Kini kita hidup pada era aset-aset konsumtif yang terbuka untuk digunakan bersama, saling berbagi, dan tak harus dimiliki sendiri untuk memulai usaha. Anda bisa saling memanfaatkan sumber daya." Begitu kalimat yang saya garis bawahi dari tulisan Prof. Rhenald.

Liga basket NBA secara tidak langsung sudah menggunakan pemikiran zaman Uber saat tiga pemain hebat LeBron James, Chris Bosh, dan Dwyane Wade sepakat bergabung bersama pada bursa free agent 2010. Ketiganya didraft dalam tahun yang sama oleh tim-tim NBA, tahun 2003. LeBron pilihan pertama Cavs, Bosh keempat Raptors, dan Wade kelima Heat. Tujuh tahun kemudian mereka membela Miami Heat dan 2012; LeBron, Bosh, Wade menjadi juara yang diulang lagi pada 2013.

Ketiga pemain berbagi skill di Miami. Mereka berkolaborasi dengan sengaja dengan tujuan akhir juara NBA. Belakangan, kolaborasi itu dinamai dengan supertim (tim super).

Supertim paling gres adalah Kevin Durant, Stephen Curry, dan Klay Thompson yang menjuarai NBA 2017. Trio Durant, Steph, dan Klay diperkuat oleh Andre Iguodala, Javale McGee, David West, dan Draymond Green, menggilas 4-1 Cavaliers yang diperkuat Supertim kreasi LeBron.

Kita bertanya-tanya, apakah sah pembentukan Super Tim itu? Dan, apakah tidak melanggar regulasi NBA yang menjunjung asas keseimbangan?


***


Tak ada yang bisa menghadang peradaban Uber. Buku Disruption mengupas mengapa taksi konvensional sebesar Blue Bird bermasalah dengan taksi online. Ombak besar peradaban Uber tak bisa dicegah tanpa kita memahami inti dari peradaban itu.

Golden State Warriors adalah contoh bagaimana memaksimalkan potensi, tanpa malu dan segan dengan tim lain. Peradaban Uber membuat aset-aset konsumtif yang terbuka untuk digunakan bersama. Aset-aset tidak harus dimiliki sendiri sejak awal.

Kevin Durant tidak didraft oleh Warriors melainkan Seattle SuperSonics (yang sudah almarhum). Durant bahkan pindah dari Oklahoma City Thunder lantas bergabung dengan Warriors. Ia pindah hanya ingin juara NBA.

"Saya memang ingin juara. Pilihan saya memang saya yakini benar," ucap Durant di the Vertical.

Durant dan manajemennya sadar penuh bahwa ia harus bekerjasama dengan tim kuat, punya kultur juara, dan ditangani pelatih hebat. Era peradaban Uber memang mengesahkan konsep saling memanfaatkan sumber daya.

Warriors tiga kali ke final beruntun dengan dua kali juara. Ada pelatih Steve Kerr, yang low profile namun pernah dilatih dua pelatih terbaik NBA: Phil Jackson (semasa di Chicago Bulls) dan Gregg Popovich (San Antonio Spurs). Kerr juga pernah bekerjasama dengan pelatih hebat lain, Mike D'Antoni saat menjadi manajer di Phoenix Suns.

Supertim yang dimiliki Warriors membuat LeBron terpaksa membuat tim super tandingan di Cleveland Cavaliers. Bagaimana tidak super jika di Cavaliers ada LeBron, Kyrie Irving, Kevin Love, Tristan Thompson dengan back up Kyle Korver, J.R. Smith, maupun Deron Williams.
Namun, Warriors lebih unggul di Final NBA 2017 karena faktor pelatih Kerr lebih jenius dari Tyronn Lue.

***


Bekerjasama dan sharing kekuatan kini tengah populer dilakukan tim-tim NBA. Bursa free agent (bebas kontrak) di bulan Juli ini menjadi indikasinya. Disebut-sebut Paul George adalah pemain pas untuk Cavaliers untuk meladeni Warriors musim depan, namun ia ternyata memilih bergabung dengan Russell Westbrook di OKC Thunder.

Jimmy Butler yang disebut defender sepadan Cavs untuk mematikan Durant, namun ternyata memilih bergabung ke Minnesota Timberwolves. Kedekatan dengan pelatih T'Wolves Tom Thiboddeau menjadi alasan Butler bergabung ke tim berlambang serigala itu.

Houston Rockets yang kini dibesut pelatih terbaik NBA 2017 dan memiliki style up tempo games, Mike D'Antoni, juga mulai membentuk tim super. Duet James Harden disatukan dengan point guard terbaik NBA, Chris Paul (CP3). Satu lagi yang tengah dinegosiasi untuk masuk Rockets adalah Carmelo Anthony (New York Knicks).

Rockets masih punya Nene di center Eric Gordon di shooting guard, Ryan Anderson dan Trevor Ariza di small forward, serta ada pemain muda Clint Capella di center. Itu membuat Rockets disebut-sebut adalah lawan sepadan Warriors selain San Antonio Spurs tentunya.

Kolaborasi supertim juga tetap dipertahankan sang juara bertahan Warriors. Dari daftar free agent yang dirilis ESPN minggu lalu, nama-nama ini dipertahankan Warriors seperti Stephen Curry, Kevin Durant, Andre Iguodala, Shaun Livingston, Zaza Pachulia, dan David West. Nama baru yang siap membela Warriors adalah Nick Young dan Omri Casspi.

Kini, NBA juga hidup pada era aset-aset konsumtif yang terbuka untuk digunakan bersama, saling berbagi, dan tak harus dimiliki sendiri untuk memulai usaha. NBA pun bisa saling memanfaatkan sumber daya.

Memiliki Michael Jordan (6 cincin juara) dan Kobe Bryant (5 cincin juara), dan Tim Duncan (5 cincin juara) adalah aset. Namun, dengan perubahan peradaban ke peradaban Uber, kolaborasi dan kerjasama adalah jawaban pas untuk mengejar juara. Warriors sudah melakukan itu.

 

Foto: ESPN

(tulisan ini dimuat di Juara.net)

Sat, 29 Jul 2017 @08:34


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment