Salam Olahraga!!!
image

Dr. Eko Widodo, sports lecturer/jounalist

ekowidodo@yahoo.com;WhatsApp- +628989-777777


Penulis berpendidikan S1 Fateta IPB; Magister Manajemen Pemasaran Univ. Moestopo; S3 Program Pasca Sarjana UNJ di Sports Education. Wartawan olah raga 1994-2015 di BOLA. Sekarang Wartawan di Sports Channel Indonesia; Dosen Pascasarjana UNJ
widget medsos

Buku Sports Event
image

Sport in the City - The Role of Sport in Economic and Social Regeneration # editor C Gratton dan I Henry (2001); 335pp Routledge

Buku Sports Development
image

Sports Development - Policy, Process, and Practice # editor Kevin Hylton dan Peter Bramham (2008); 285pp Routledge

Buku Sports Marketing
image

Introduction to Sport Marketing # Aaron C.T. Smith (2008); 341pp Elsevier

Copyright © 2018 EkoWidodo · All Rights Reserved

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Batik Pria Tampan
image

BATIK PRIA TAMPAN

Rendang Uninam
image

Rendang Uninam

RSS Feed

COMMERCIAL TRENDS IN SPORTS 2017: Munculnya Kekuatan Olah Raga Baru yang Dipimpin oleh Cina

image

Emerging market (pasar yang tengah berkembang) semakin banyak terlibat dalam olahraga. Dalam laporannya, Nielsen menulis bahwa betapa Asia mengambil peranan penting dalam tiga Olimpiade ke depan akan digelar di Asia. Olimpiade 2020, yang merupakan summer Olympic akan digelar di Tokyo (Jepang). Sedangkan Olimpiade musim dingin (winter Olympics) akan digelar di PyeongChang (2018) dan Beijing (2022).

Memang, di cabang sepak bola,  Russia akan menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2018. Namun, empat tahun kemudian pesta sepak bola itu akan digelar di Qatar pada FIFA World Cup 2022.

Meksiko, negara yang berbatas langsung dengan Amerika Serikat, sudah banyak berinvestasi di olahraga dan major event olahraga. Sementara pasar
lain seperti Turki, Indonesia, dan Thailand menghadapi tantangan namun tidak dapat disangkal potensi pertumbuhan di pasar mereka.


Kerjasama Wanda Group dengan FIFA. (foto: WandaGroup.com)


Cina memimpin untuk kriteria investasi dan pasar olahraga. Cina tidak main-main dengan target pemerintah untuk menciptakan industri olahraga senilai US$ 813 miliar pada tahun 2025.

Tantangan itu menjadi sumber utama berinvestasi di semua aspek olahraga seperti event, fasilitas, tim, liga, dan program akar rumput (grassroots). Headline dari gerakan yang dilakukan Cina adalah kerjasama jangka panjang antara Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan juga perjanjian baru antara FIFA dengan Wanda Group.

 

Menurut shanghaiist.com, raksasa online asal Cina, Alibaba, awal Januari 2017 lalu sepakat untuk mengikat kerjasama dengan IOC sampai 2018. Seperti yang ditulis Bloomberg, Alibaba menjadi elite grup di bersama 12 perusahaan internasional seperti McDonalds, Panasonic, Visa, dan Coca-Cola.

Namun, untuk mendapatkan privilese itu ada 'harga' yang harus dibayar pemilik Alibaba, Jack Ma. Harga untuk kontrak 12 tahun itu senilai fantastis US$ 800 juta. Alibaba memiliki hak dan akan mengeduk pundi-pundi lewat e-commerce platform for the Olympics. Mereka pun akan membuat channel televisi baru untuk penonton China dengan format digital.

Namun, Alibaba dan Wanda Group juga terlibat dengan cabang lain. World Rugby bekerjasama dan berpartner strategis dengan Alibaba. Sedangkan federasi balap sepeda dunia (UCI) bermitra dengan Wanda.

Sumber: Nielsen; Olympic.org; Wanda Group




Mon, 31 Jul 2017 @23:16


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment