Salam Olahraga!!!
image

Dr. Eko Widodo, sports lecturer/jounalist

ekowidodo@yahoo.com;WhatsApp- +628989-777777


Penulis berpendidikan S1 Fateta IPB; Magister Manajemen Pemasaran Univ. Moestopo; S3 Program Pasca Sarjana UNJ di Sports Education. Wartawan olah raga 1994-2015 di BOLA. Sekarang Wartawan di Sports Channel Indonesia; Dosen Pascasarjana UNJ
widget medsos

Buku Sports Event
image

Sport in the City - The Role of Sport in Economic and Social Regeneration # editor C Gratton dan I Henry (2001); 335pp Routledge

Buku Sports Development
image

Sports Development - Policy, Process, and Practice # editor Kevin Hylton dan Peter Bramham (2008); 285pp Routledge

Buku Sports Marketing
image

Introduction to Sport Marketing # Aaron C.T. Smith (2008); 341pp Elsevier

Copyright © 2018 EkoWidodo · All Rights Reserved

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Batik Pria Tampan
image

BATIK PRIA TAMPAN

Rendang Uninam
image

Rendang Uninam

RSS Feed

Anda Mesti Tahu Ini: 10 Fakta Penting dari WHO tentang Aktivitas Fisik

image

Kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang signifikan untuk penyakit noncommunicable diseases (NCD) seperti stroke, diabetes, dan kanker. Sedikit dan semakin kurangnya aktivitas fisik terjadi di banyak negara. Secara global, data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) 23% orang dewasa dan 81% remaja yang sedang sekolah ternyata tidak cukup aktif dalam bergerak.

Membuat orang bergerak lebih banyak adalah strategi kunci untuk mengurangi beban NCD, sebagaimana diartikulasikan dalam Rencana Aksi Global WHO untuk Pencegahan dan Pengendalian NCD 2013-2020. Rencana tersebut menyerukan penurunan 10%  physical inactivity pada tahun 2025, yang berkontribusi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).



WHO memberikan rekomendasi untuk jumlah minimum aktivitas untuk semua kelompok usia untuk kesehatan yang lebih baik. Namun penting untuk diketahui bahwa melakukan beberapa aktivitas fisik lebih baik daripada tidak melakukan apapun.

Orang yang tidak aktif harus memulai dengan sejumlah kecil aktivitas fisik, sebagai bagian dari rutinitas keseharian mereka, dan secara bertahap meningkatkan durasi, frekuensi, dan intensitas dari waktu ke waktu. Negara dan masyarakat juga harus mengambil tindakan untuk memberi kesempatan lebih banyak kepada individu untuk aktif.

Berikut ini terdapat 10 Fakta tentang Aktivitas Fisik versi WHO:

Fakta 1: Aktivitas fisik menurunkan risiko penyakit

Aktivitas fisik mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke, diabetes, hipertensi, berbagai jenis kanker termasuk kanker usus besar dan kanker payudara, serta depresi. Aktivitas fisik juga penting untuk keseimbangan energi dan pengendalian berat badan. Secara global, sekitar 23% orang dewasa dan 81% remaja yang sedang sekolah tidak cukup aktif. Umumnya, wanita dan anak perempuan kurang aktif dibandingkan pria dan anak laki-laki, dan orang dewasa yang lebih tua kurang aktif daripada orang dewasa muda.

Fakta 2: Aktivitas fisik yang teratur membantu memaintain kesehatan tubuh

Orang yang melakukan aktif secara fisik akan
* Memperbaiki kebugaran otot dan kardio-pernapasan;
* Memperbaiki fungsional tulang dan kesehatan;
* Memiliki tingkat penyakit jantung koroner yang lebih rendah, tekanan darah tinggi lebih renda, stroke, diabetes, kanker (termasuk kanker usus besar dan payudara), dan depresi;
* Memiliki risiko jatuh dan patah tulang pinggul atau tulang belakang yang lebih rendah; dan
* Lebih cenderung mempertahankan berat badan mereka.

Fakta 3: Aktivitas fisik tidak sama dengan berolahraga

Aktivitas fisik adalah gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang menggunakan energi. Ini termasuk olahraga, latihan olah raga, dan kegiatan lainnya seperti bermain, berjalan kaki, mengerjakan tugas rumah tangga, berkebun, dan menari. Kegiatan apapun, baik untuk bekerja, berjalan atau bersepeda dari dan ke tempat, atau sebagai bagian dari waktu senggang, memiliki manfaat untuk kesehatan.



Fakta 4: Aktivitas fisik sedang dan kuat membawa manfaat

Intensitas mengacu pada tingkat di mana aktivitas sedang dilakukan. Bisa dipikirkan, seberapa keras seseorang bekerja untuk melakukan suatu kegiatan. Intensitas berbagai bentuk aktivitas fisik bervariasi antarmanusia. Ia bergantung pada tingkat kebugaran individu. Contoh aktivitas fisik moderat mencakup: jalan cepat, menari, atau pekerjaan rumah tangga. Contoh aktivitas fisik yang kuat adalah: berlari, bersepeda cepat, berenang cepat, atau memindahkan beban berat.


Fakta 5: 60 menit aktivitas fisik untuk orang berusia 5-17 tahun

Orang yang berusia 5-17 harus memiliki setidaknya 60 menit aktivitas fisik sedang sampai kuat setiap hari. Lebih dari 60 menit aktivitas fisik sehari membawa manfaat kesehatan tambahan.

Fakta 6: 150 menit seminggu untuk usia 18-64 tahun

Orang dewasa berusia 18-64 harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik cukup intens setiap minggu, atau setidaknya 75 menit aktivitas yang kuat sepanjang minggu, atau kombinasi aktivitas moderat dan kuat yang setara. Agar bermanfaat untuk kesehatan pernapasan kardio, semua aktivitas harus dilakukan dalam durasi minimal 10 menit.

Fakta 7: Aktivitas orang dewasa 65 tahun ke atas

Rekomendasi utama untuk orang dewasa dan orang dewasa yang lebih tua adalah sama. Selain itu, orang dewasa yang lebih tua dengan mobilitas yang buruk harus melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh sebanyak tiga hari atau lebih per minggu. Bila orang dewasa yang lebih tua tidak dapat melakukan aktivitas fisik yang disarankan karena kondisi kesehatan, mereka harus aktif secara fisik sesuai kemampuan dan kondisinya.



Fakta 8: Semua orang dewasa sehat harus aktif secara fisik

Kecuali kondisi medis yang spesifik menunjukkan sebaliknya, rekomendasi WHO berlaku untuk semua orang - terlepas dari jenis kelamin, ras, etnis, atau tingkat pendapatan. Rekomendasi ini juga berlaku untuk individu dengan kondisi chronic noncommunicable, tidak terkait dengan mobilitas, seperti hipertensi atau diabetes. Orang dewasa penyandang cacat juga harus mengikuti rekomendasi WHO.

Fakta 9: Beberapa aktivitas fisik lebih baik daripada tidak sama sekali

Orang yang tidak aktif harus memulai dengan sejumlah kecil aktivitas fisik dan secara bertahap meningkatkan durasi, frekuensi, dan intensitas dari waktu ke waktu. Orang dewasa yang tidak aktif, orang dewasa yang lebih tua, dan mereka yang memiliki keterbatasan penyakit akan menambahkan manfaat kesehatan saat mereka menjadi lebih aktif. Wanita hamil, wanita pascamelahirkan, dan orang-orang dengan kondisi jantung mungkin perlu melakukan tindakan pencegahan ekstra dan mencari saran medis sebelum berusaha mencapai tingkat aktivitas fisik yang disarankan.



Fakta 10: Lingkungan dan komunitas mendukung akan membantu orang untuk aktif secara fisik

Kebijakan perkotaan dan lingkungan memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik. Kebijakan ini harus memastikan bahwa:
* Berjalan, bersepeda dan bentuk transportasi aktif lainnya mudah diakses dan aman untuk semua;
* Kebijakan ketenagakerjaan dan tempat kerja mendorong aktivitas fisik;
* Sekolah memiliki ruang dan fasilitas yang aman bagi siswa untuk meluangkan waktu luang mereka secara aktif; dan
* Fasilitas olahraga dan rekreasi memberi kesempatan bagi setiap orang untuk aktif secara fisik.

 

Sumber: World Health Organization

 



Wed, 2 Aug 2017 @21:26


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment